
"Suatu hari adalah kata yang berbahaya. Itu hanyalah kata lain untuk 'takkan pernah'. Aku banyak berpikir soal hal yang belum pernah kulakukan.
Menyelam di Great Barrier Reef. Mengendarai Kereta Orient. Tinggal di Pesisir Amalfi hanya dengan motor dan tas ransel..."
Ungkapan di atas, terdapat pada dialog yang terjadi di dalam pesawat menuju Boston antara seorang gadis bernama June (Cameron Diaz) dan Roy Miller (Tom Cruise). Ketika itu, mereka saling bercerita tentang impian hebat yang belum pernah dilakukannya.
June adalah penyuka restorasi mobil tua, dengan membawa sekopor penuh kaburator, knalpot dan pengering rambut merencanakan terbang ke Kota Boston tempat April, adiknya akan menikah. June datang dua hari lebih awal untuk fitting gaun pengiring pengantin, sekaligus menyelesaikan rakitan mobil tua peninggalan almarhum ayahnya.
Pada pembuka film ini, kita akan melihat beberapa kali June tak sengaja bertabrakan dengan Roy Miller di bandara, saat menunggu keberangkatan pesawat mereka. Belakangan, June baru sadar, bahwa peristiwa tiga kali bertabrakan itu, sebenarnya telah direncanakan oleh Roy.
Sempat hampir mengalami penolakan, dengan alasan pesawat sudah penuh, akhirnya June mendapatkan haknya untuk naik penerbangan ke Boston hari itu. Ternyata, tak seperti yang dikatakan pihak maskapai, pesawat yang ditumpangi bersama June hanyalah beberapa lelaki dan kru pesawat saja. Salah satunya adalah Roy.
Ungkapan mendalam yang dilontarkan Roy pada awal resensi ini, menimbulkan kekaguman di hati June. Hingga di suatu kecelakaan kecil, pesawat bergoyang sedikit dan mengakibatkan koper gadis itu hampir jatuh. Sigap Roy menangkapnya., hingga tak sengaja mebuat kemeja June ketumpahan air minum. Segera saja dia ke toilet untuk membersihkannya. Di sinilah ketegangan bermula.
Tatkala June melakukan monolog dengan kaca toilet sembari membersihkan kemejanya, berbicara dengan dirinya sendiri tentang betapa hebat seorang Roy. Di menit yang sama, Roy bergulat dengan seluruh penumpang dan kru pesawat (termasuk pilot serta pramugari), bahkan hingga terjadi baku tembak.
Ketika June memikirkan langkah apa yang akan dilakukannya, terkait perkenalan dan percakapan singkatnya dengan Roy, sang lelaki idaman justru sedang berusaha keras melindungi diri mereka berdua di balik pintu toilet itu. Roy lantas mendudukkan seluruh penumpang dan kru pesawat yang keseluruhannya telah tewas akibat baku hantam yang sebenarnya tak imbang, hingga sekeluarnya June dari toilet, seolah tak terjadi apa - apa.
Menariknya, June memang benar - benar tak menyadarinya, hingga pada suatu waktu gadis itu sadar. Hanya dirinya dan Roy, penumpang yang masih hidup di pesawat itu, karena kedua pilot telah ikut mati tertembak pula.
Peristiwa demi peristiwa menyusul kemudian. Perebutan sebuah elemen sumber tenaga yang disebut dengan Zephyr adalah penyebabnya. Tak tanggung - tanggung, mulai dari kelas mafia hingga agen mata - mata sekelas FBI memperebutkan benda ini. Roy Miller, terlibat di dalamnya.
Cairan bernama Brotine - 5 juga akan sering muncul. Karenanya, June sering tertidur dan bangun di tempat yang berbeda - beda.
Knight and Day, adalah film aksi yang berbalut drama khas Hollywood. Penuh dengan petunjuk - petunjuk singkat dan bernuansa cepat. Simpul petunjuk itu, memang terkesan sederhana, namun berhasil membuat penonton penasaran hingga akhir kisahnya.
Bagi penikmat romansa, utamanya warga belahan dunia timur laiknya Indonesia, takkan kecewa dengan film ini. Paling banter, adegan intim yang terjadi antara June dan Roy adalah ciuman saja. Berbeda dengan kebanyakan film percintaan Hollywood yang sarat dengan selimut dan ranjang (hehe kayak udah pakar aja, tapi beneran emang langka jenis film Amrik yang santun seperti ini. Beberapa kali, saya menemukan Changelling, Salt dan Love Happens saja yang lolos sensor, di luar animasi dan kartun. Mungkin masih ada lagi, tapi belum saya tonton hihi).
Intinya, penekanan keromantisan antara June dan Roy banyak dieksplorasi oleh beberapa ungkapan ataupun berbagai bentuk pengorbanan bagi versi masing - masing kedua tokoh.
Masalah aksi, juga tak mengecewakan, meskipun kita tak bisa juga membandingkan Knight and Day dengan Mission Imposible, Die Hard maupun Charlie Angels yang spesifikasinya memang aksi laga.
Bisa disebut sebagai kekurangan, jika kita menggunakan komparasi kebanyakan film tentang agensi spionase belakangan. Jarang yang happy ending. Salt misalnya, Evelyn Salt (Angelina Jolie) harus kehilangan suaminya yang dibunuh agen spionase Rusia. Ataupun Hitman, yang tak semudah itu bersatu dengan gadis idaman sang mata - mata. Namun, balik lagi karena Knight and Day berusaha meramu percintaan dengan laga, penonton dijanjikan senyum pada tiap scene.
Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisah ini? Bagaimana pula Roy menjelaskan kepada June, seluruh peristiwa yang terjadi di dalam pesawat itu? Apakah gadis itu percaya pada penjelasannya? Apa pula hubungan Roy dengan Matthew Knight, seorang tentara yang telah meninggal di Kuwait?
Silahkan, Moms dan sista semua hunting di persewaan setempat atau mengunduh juga bisa. Lebih asyik ditonton bersama suami, romantis dan seru euy... (pengalaman hehe)
"Hari apa ini?"
"Ini suatu hari..."
Dibuat di Blitar, 5 Nopember 2011
Najmatul Jannah
Resensi Film : Knight and Day
Author:
Najmatul Jannah
Genre:
Rating
Posted by Najmatul Jannah
Posted on





Umminya Keiko, bantuin ane ngerjain PR yak... hehe, maaf OOT
please visit http://nuraini-fa.blogspot.com/2011/11/pr-blogger-kenangan-bangku-sd.html#more
terimakasih sist ^^