Klasik : Patologi Hati Para Penjaga Hati

    Author: Najmatul Jannah Genre: »
    Rating


    gambar diambil dari asy-syura.blogspot.com


    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Tumbuh, merekah, pecah...

    Melankolis, Narsistik, Egosentris...



    Bukankah itu karakter pikiran setiap perawan?

    Betul katanya, .... Tapi bukan alibi



    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Patologi hati, selamanya kasus klasik





    Untuk mengakali kecemburuan beban tugas?? Tidak, kataku...

    Tapi, untuk mengelabui jati diri ghuroba itu...

    Kau enggan, menjadi... Ah tidak..

    Kau enggan, merasa asing dengan tonggak keyakinanmu sendiri





    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Berhati - hati, artinya perhatian

    Satu hati, bermakna kesetiaan??



    Apakah pelabuhannya yang salah? Tidak, katamu...





    Tapi, ini masalah komitmen..



    Aku tak peduli banyaknya pesona di antara sekian sesak nafasmu

    Kau bilang kepasrahan... Bukan, kataku..

    Ini baru prolog, dari sekian penantian setiap generasi pendakwah



    Mereka, tak hanya berbekal hati....

    Mereka, tak hanya patah hati....

    Mereka, tak sempat memikirkan itu semua....

    Mereka, ....... para Mujahid Palestina itu, siap mati...

    Masih pantaskah, sekedar insting kau jadikan sangsi??



    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Tumbuh, merekah, pecah...

    Melankolis, Narsistik, Egosentris...



    Melankolis, sendu hati tak berpuisi... Namun menangis jua

    Buat apa, tanyamu...

    Buat apa kau hingga tak makan, tak tidur, tak mengajar murid - muridmu?

    Buat lelaki yang tak enggan mengajakmu SMS, Chatting, telepon dan Khalwat Multidimensi itu??

    Itukah makna keshalihan bagimu?



    Buat apa kau tak jama'ah ke masjid, tak ngaji, tak memikirkan ummat?

    Buat wanita yang tak enggan bermanja di tengah malam itu?

    Apakah itu telah begitu menyejukkan pengetahuan Dien - mu??





    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Tumbuh, merekah, pecah...

    Melankolis, Narsistik, Egosentris...



    Narsistik, merasa diri paling menderita.... paling merana

    Buka matamu... Ingatlah sejarah cinta paling mencengangkan!!

    Sanggupkah kau diuji layaknya Adam dan Hawa yang terpisah ratusan tahun lamanya di belahan bumi yang berbeda??

    Toh, akhirnya mereka bersatu dan di Ridhai - Nya

    Adakah Cinta paling menyejukkan selain Rahmat Allah pada kita????





    Aduh... Duh...Duh...Duh!!

    Retak sudah hatimu, hatiku...

    Tidak, katamu..

    Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...

    Tumbuh, merekah, pecah...

    Melankolis, Narsistik, Egosentris...



    Egosentris, menterjemahkan segala hikmah kehidupan dari subyektifitas nafsu dan insting

    Bukan kepekaan netralitas nalar logikamu

    Tak ada yang memaksamu masuk ke dalam lingkaran dakwah ini...

    Kalian, tampak peyot di depan yang berjenggot... Tetapi gemulai di hadapan sekelas Justin Bieber

    Sama saja, para ikhwannya tampak perkasa di depan para jilbaber... tetapi lemah di hadapan sekelas Miyabi!!!



    Tapi, ini masalah komitmen, kataku...

    Aku tak peduli sejauh mana syetan membelenggu langkahmu menjadi mujahid atau mujahidah...

    Akankah perasaaan mendayu - dayu itu takkan sirna?







    Selamanya, Patologi hati adalah penyakit kambuhan para penjaga hati di setiap generasi...





    (Monolog Hati Seorang Kakak)

    Ikhwan dan Akhwat bukan atribut sepihak....Bukan gelar semu yang berbuah kebanggaan

    Ianya berat, bila masih ada terjal nafsu duniawi

    Ianya lembut, redup, harum... Bila berbekal ketakwaan



    Dibuat Di Blitar, 24 September 2010 oleh Najmatul Jannah