
gambar diambil dari asy-syura.blogspot.com
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Tumbuh, merekah, pecah...
Melankolis, Narsistik, Egosentris...
Bukankah itu karakter pikiran setiap perawan?
Betul katanya, .... Tapi bukan alibi
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Patologi hati, selamanya kasus klasik
Untuk mengakali kecemburuan beban tugas?? Tidak, kataku...
Tapi, untuk mengelabui jati diri ghuroba itu...
Kau enggan, menjadi... Ah tidak..
Kau enggan, merasa asing dengan tonggak keyakinanmu sendiri
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Berhati - hati, artinya perhatian
Satu hati, bermakna kesetiaan??
Apakah pelabuhannya yang salah? Tidak, katamu...
Tapi, ini masalah komitmen..
Aku tak peduli banyaknya pesona di antara sekian sesak nafasmu
Kau bilang kepasrahan... Bukan, kataku..
Ini baru prolog, dari sekian penantian setiap generasi pendakwah
Mereka, tak hanya berbekal hati....
Mereka, tak hanya patah hati....
Mereka, tak sempat memikirkan itu semua....
Mereka, ....... para Mujahid Palestina itu, siap mati...
Masih pantaskah, sekedar insting kau jadikan sangsi??
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Tumbuh, merekah, pecah...
Melankolis, Narsistik, Egosentris...
Melankolis, sendu hati tak berpuisi... Namun menangis jua
Buat apa, tanyamu...
Buat apa kau hingga tak makan, tak tidur, tak mengajar murid - muridmu?
Buat lelaki yang tak enggan mengajakmu SMS, Chatting, telepon dan Khalwat Multidimensi itu??
Itukah makna keshalihan bagimu?
Buat apa kau tak jama'ah ke masjid, tak ngaji, tak memikirkan ummat?
Buat wanita yang tak enggan bermanja di tengah malam itu?
Apakah itu telah begitu menyejukkan pengetahuan Dien - mu??
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Tumbuh, merekah, pecah...
Melankolis, Narsistik, Egosentris...
Narsistik, merasa diri paling menderita.... paling merana
Buka matamu... Ingatlah sejarah cinta paling mencengangkan!!
Sanggupkah kau diuji layaknya Adam dan Hawa yang terpisah ratusan tahun lamanya di belahan bumi yang berbeda??
Toh, akhirnya mereka bersatu dan di Ridhai - Nya
Adakah Cinta paling menyejukkan selain Rahmat Allah pada kita????
Aduh... Duh...Duh...Duh!!
Retak sudah hatimu, hatiku...
Tidak, katamu..
Kau bikin berpuing satuan hatimu sendiri...
Tumbuh, merekah, pecah...
Melankolis, Narsistik, Egosentris...
Egosentris, menterjemahkan segala hikmah kehidupan dari subyektifitas nafsu dan insting
Bukan kepekaan netralitas nalar logikamu
Tak ada yang memaksamu masuk ke dalam lingkaran dakwah ini...
Kalian, tampak peyot di depan yang berjenggot... Tetapi gemulai di hadapan sekelas Justin Bieber
Sama saja, para ikhwannya tampak perkasa di depan para jilbaber... tetapi lemah di hadapan sekelas Miyabi!!!
Tapi, ini masalah komitmen, kataku...
Aku tak peduli sejauh mana syetan membelenggu langkahmu menjadi mujahid atau mujahidah...
Akankah perasaaan mendayu - dayu itu takkan sirna?
Selamanya, Patologi hati adalah penyakit kambuhan para penjaga hati di setiap generasi...
(Monolog Hati Seorang Kakak)
Ikhwan dan Akhwat bukan atribut sepihak....Bukan gelar semu yang berbuah kebanggaan
Ianya berat, bila masih ada terjal nafsu duniawi
Ianya lembut, redup, harum... Bila berbekal ketakwaan
Dibuat Di Blitar, 24 September 2010 oleh Najmatul Jannah
Klasik : Patologi Hati Para Penjaga Hati
Author:
Najmatul Jannah
Genre:
»
vmj
Rating
Posted by Najmatul Jannah
Posted on





Poskan Komentar