Jawaban saya untuk pesan seorang sahabat ^^

    Author: Najmatul Jannah Genre:
    Rating




    Muslimah itu bukannya kolokan, Dear..

    Bukan pula ketinggalan jaman kayak kurungan ayam ^^

    Saya masih suka beli gamis, setelan ataupun jilbab warna warni..

    But, the rule is about The 2 S..

    Size and Style..

    Plus, kalau dah menikah, selera suami juga bisa jadi patokan



    # Size ===> minimalisir ukuran minimal





    Maksudnya bukan kita pake baju yang selalu kedodoran, jadi keliatan kayak pinjem punya Ibu kita ^^ Ukuran ini berkaitan juga dengan kenyamanan. Pas di badan, nyaman di hati gitu .. Mungkin perlu pembiasaan juga. Karena nggak semua muslimah mau legowo dengan anjuran kasih dari Allah dan Rasul Nya. Size ini sudah ada di tiap referensi muslimah. Haqqul Yakin, kita telah mengetahui dan membacanya berulang kali



    Intinya, hindari yang terawang (tipis - tipis tak berfuring, atau berfuring tapi masih ada celah tubuh yang keliatan, terutama organ vital kita). Jauhi kesenangan memakai baju ketat dan membentuk tubuh.



    Mungkin singkatnya tentang size ini, apa - apa yg disukai suami seutuhnya dari kita, harus diminimalisir untuk dipublikasikan.



    Gitu kali ya ^^





    # About Style ======> Eksis di tiap jaman dan perubahan model, tanpa harus jadi kormod ^^



    Sebelumnya saya pernah melakoni bisnis online untuk produk beberapa merk gamis dan jilbab. Kadangkala kita memerankan diri sebagai model produk sendiri.. It's Okay... Niatkan juga untuk dakwah fashion, agar dapat bonus pahala tersendiri dari Nya.



    Mungkin saya hanya ingin merefresh ingatan sahabat Muslimah sekalian pada QS An Nisa' dan Al Azhab yg memuat aturan kerudung. The point is... menutup dada, meski tak harus selalu besar. Memang agak susah sih, apalagi kalau tiap daerah nggak sama toleransinya pada penggunaan jilbab syar'i bagi para birokrat wanitanya.. Tapi, saya mengakalinya dengan menyematkan korpri, name tag dan papan nama langsung di jilbabnya. Lebih enjoy pas berdinas, karena bisa berjilbab senyaman hati, tanpa melanggar aturan ^^





    Kalau bersolek.. Yah, jangan kucem - kucem amat. Tetep, perawatan nomer 1, apalagi kalau pengen suami tetep lengket kayak cat dan temboknya hehehe.. Sering membersihkan muka,wajah, perawatan badan dsb. Yakin deh, Para Sahabat Muslimah dah lebih pengalaman^^



    Hampir sama dengan size, style kita pun sebagai muslimah, perlu diseleksi lagi. Mana yang bisa ditampilkan ..

    Nggak ada yang ngelarang kita senyum selebar dan secantik mungkin. But, kalau bisa, minimalisir ekspresi atau hiasan yang bisa membuat orang menatap kita berlama - lama di luar rumah.. Apalagi, sampai mengundang hasrat non mahram.



    Kalau terpaksa sekali, kayak musim pancaroba begini. Saya pake lip balm, yang transparan. Agar bibir nggak pecah - pecah. Tapi suami mana yang gak cemburu, kalau kita lebih cantik tampil di kantor daripada di rumah hehe.. Jadi ya memang, kita lebih aman polosan aja ketika keluar rumah.. Cuma ini juga perlu pembiasaan, bertahap...

    Jangan ekstrim dan terkesan mendadak.. Insya Allah akan semakin mantap karena prosesnya alami ^^



    Insya Allah, kekinian Muslimah sudah tak lagi berada di tahap dia harus 'memaksakan' kepercayaan dirinya pada identitas mulia selaku pengikut Rasulullah SAW. Suatu 'lompatan' besar bagi seorang Muslimah, jika lebih mengedepankan prestasi dan akhlaknya daripada performa fisik yang mudah lekang dimakan masa ^^



    Wallahualam bish showab



    Disempurnakan di Blitar, 18 Desember 2010

    Muhasabah sekaligus untuk diri sendiri

    Semoga selamanya hingga Yaumul Hisab kelak, tetap mengimani Mu, Ya Allah

    dan kami para Muslimah Indonesia berhasil mempresentasikan diri sebagai hamba andalan Mu.



    -Najmatul Jannah-