Hujan

    Author: Najmatul Jannah Genre:
    Rating



    gambar diambil dari setulusqalbu.blogspot.com


    Masih berdenting...
    Ketika gerimis sendu mulai membasahi galau
    Ianya bertanya - tanya..


    Bilakah kita bersama?


    Maka tatkala mendung menumbuk keperihan dan bahagia menjadi satu..
    Berdebar saja tak cukup membungkus pilu
    Dengan gerimis mulai mendentingkan nyanyian jiwa...

    Tik... Tik... Tik..


    Masih berdenting...


    Hingga guyuran rinai - rinai air itu membentuk pula gelisah...





    Mendung lagi, gerimis lagi..
    Kenapa hujan, selalu beserta pertanyaan?

    Masih berdenting...

    Ianya mengharap cahaya..
    Jikalau teguh, kan terbit semburat pelangi...


    Tik.. tik.. tik...
    Masih berdenting


    Bilakah kita bersama

    Akankah kita bersua?

    Anakku...


    Blitar, 18 Maret 2011
    Najmatul Jannah

    4 Responses so far.

    1. aku merindukan mentariku...
      ketika ia jauh,
      smoga ia smakin bersinar
      hingga cahayanya masih sanggup merengkuh jiwaku...

    2. Assalamu'alaikum Nuraini ^^
      Salam kenal yah ^^
      setiap hati memiliki perwakilan cintanya masing2 ya
      Untuk kali ini, puisi hujan&jawaban hujan saya tujukan pada buah hati kami yg kedua
      Innalillahi, mungkin harus belajar sabar&ikhlas, puisi ini saya buat pada detik2 menjelang&pasca keguguran janin buah hati kami ^^

    3. Waalaikumsalam Warrohmah.. innalillahi, smoga dberi ksabaran dan keikhlasan ya mbak.. InsyaAllah selalu rencana Allah yang terbaik buat umatnya.. Smoga banyak kberkahan buat mbak dan keluarga ^^

    4. Amiin Ya Rabb
      Makasih atas do'anya
      Moga Allah mengabulkan juga buat Nuraini sekeluarga^^