
Akhwat Fillah, masih ingatkah antum tentang Keputrian Amiratul Qadriyah Rohis Angkatan 14 STPDN?
Kebersamaan dalam dakwah menghiasi setiap langkah ,visi dan tujuan maknawi kehidupan kita . Dalam setiap kebersamaan, di samping kisah ceria persahabatan dan ukhuwah yang semanis madu, ada sedikit kerikil, aral dan duri manusiawi karena kebersamaan kita bukanlah layaknya serombongan malaikat tak berdosa, tetapi dengan ketidaksempurnaan sifat - sifat ini, masing-masing kelebihan kita menyulam aib para sahabatnya.
Ukhti Dian Agustin, kesabarannya yang berlimpah, selalu mengingatkanku bahwa tak ada sesuatu yang tak mungkin bisa kita lalui beserta ketegaran. Ketabahannya membuatnya layak menyandang predikat akhwat paling sabar kala itu.
Siapa yang bisa melupakanmu, Marlina Nawi? Konsistensi adalah corak lakumu, ketelitian kata-kata dan kecocokannya dengan sikap keseharian, membuatmu tak pernah dipandang sebelah mata.
Demikian pula ketegasan Maulida, menjadikanku untuk senantiasa sepenuh hati memilih warna yang jelas atas pemaknaan prinsip hidup, hanya abu-abulah warna bagi orang yang ragu.
Pun Kiki Yanita Budi Utama, kedewasaannya selalu membuatku takjub, hampir tak pernah kulihat pengamalan menghakimi, baik dari kata maupun perbuatannya.
Fipin Inderayani, apakah ada pendengar sebaik dia? Seolah tiada kata suntuk untuk menyediakan dirinya pada sahabat yang kadang hanya ingin berkeluh gundah gulana.
Leilaneranti Arsyana, kebijaksanaannya dalam diam, aku menterjemahkannya, bahwa untuk memahami seseorang itu begitu mudahnya.
Siapa yang dapat menyaingi inovasi dan kecerdasanmu, Yeni Arissa? Semoga semua manfaat improvisasi pengetahuan yang tertanam di cemerlangnya pemikiranmu, dapat membuat derajat muslimah terangkat.
Hamdanah, memang kemuliaannya tak sebatas nama, ingatanmu ingin mengikuti jejak Aisyah rupanya, menyerap ilmu dengan demikian cepatnya, aku kagum sekaligus iri.
Retna Savitri, engkaulah magnet awal aku menjejakkan kaki di jalan dakwah ini, pantang menyerah dan tekad setegar karang, ternyata Wonder Muslimah itu memang ada.
Elegannya Winda Permata Eryanti, menambah khasanahku bahwa unsur estetika adalah salah satu keniscayaan pencitraan peradaban Rabbani.
Cahyaningdyah Kusumadewi, keteguhanmu meneduhkan, keperkasaan hati memang sangat diperlukan di tengah tempaan zaman yang kadang mengendurkan niat.
Desfitawarni, nilai-nilai mulia risalah ini semakin cantik dengan kreativitasmu yang murni, terima kasih untuk sentuhan senimu yang menyejukkan mata dan hati kami.
Endang Ismiati, teruslah ceria, agar dunia tak sekali-kali menganggap hijab sebagai pembatas kebahagiaan.
Titin Juleha, kesantunan dan sahajanya pribadi memaknai dirimu yang apa adanya.
Mardiana, ketsiqahanmu pada orbitasi dan mobilitas haraki, pun pasca kampus ini membuatku untuk selalu berpacu pada progresivitas amalan.
Embay Baitiyah, do'aku selalu untukmu wahai ibu Mujahidah, kecantikan hakiki menembus sisi hati dan tutur bahasamu.
Yuniar Putia Rahma, sosokmu yang manis, hangat disertai senyum renyah. Sungguh, tiap harimu saja selalu bersedekah dengan ketulusanmu yang ramah.
Semakin mengingat kalian, ukhtifillah, semakin membuatku tersenyum penuh keharuan. Semakin melihat memori visual kita, ukhtifillah, semakin mengikat hatiku pada rabithah. Semakin merrewind persahabatan kita, ukhtifillah, hanya mampu mencetak sebuah kata dalam pikiran dan hatiku, KERINDUAN.
Ketika setiap perekat senantiasa meninggalkan bekas bilamana tercerabut dari akarnya. Ketika hujan senantiasa meninggalkan aroma yang segar pada setiap lahan dan daun yang terbasahi serta menyiratkan pelangi di ujung cahayanya. Ketika setiap langkah menggariskan jejak landasannya. Apakah jarak ratusan kilometer bahkan mil antar samudra yang memisahkan kita ataukah waktu hampir 4x365 hari semenjak Agustus 2006, apakah semuanya lantas menghapus kerinduanku pada kehangatan kebersamaan kita?
Betapa rentan sebuah persahabatan, jika kekokohannya begitu tipis laksana membran yang mudah terkoyak tajamnya mata pisau perpisahan. Namun, aku kembali tersenyum, ternyata nuansa kerinduan ini bukan hanya pada batinku saja, sinyal hasrat ingin bersuapun kudengar gemerisiknya bertabuh di hati kalian. Sehingga kini, setelah sekian waktu berpisah, cahaya keakraban di bawah naungan persahabatan menegakkan Dien-Nya seolah mengalahkan ikatan darah bahkan perbedaan karakter yg ashobbiyah. Sehingga kini, senyum kalian lebih banyak kuingat daripada tangis dan perih hati selama kita bersama. Sehingga kini, ketulusan kalian lebih banyak kuingat daripada pendar kemarahan dan emosi yang sempat tercipta. Dan kini, kerinduan ini begitu membuncah mengharapkan pertautan hati dan raga dengan kehangatan ikhlas apa adanya kalian.
Sahabatku, masih ingatkah antum semua tentang Keputrian Amiratul Qadriyah Rohis Angkatan 14 STPDN?? Berbagilah di sini, dan meski jauh, aku tahu kita saling mendoakan agar tetap dan semakin tegar di jalan dakwah ini...
Blitar, March 5th 2010
My big hug for all of 14 th STPDN's Amiratul Qadriyah's members
About You and Me (Kerinduan yang Berbanding Terbalik dengan Jarak dan Waktu)
Author:
Najmatul Jannah
Genre:
Rating
Posted by Najmatul Jannah
Posted on





Poskan Komentar